Tampilkan postingan dengan label aksi nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aksi nyata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Agustus 2021

Seperti Apakah Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mata Pelajaran Kimia?

A. Latar Belakang

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan siswa. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya, menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar, manajemen kelas yang efekti dan penilaian berkelanjutan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang berpihak pada anak, pembelajaran untuk semua siswa di kelas kita. Pembelajaran berdiferensiasi menitik beratkan pada pemenuhan kebutuhan seluruh siswa baik itu dari segi kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa, sehingga potensi siswa akan bertumbuh dan mendorongnya hingga mencapai puncak kesuksesannya masing-masing. Sebagai seorang guru yang ingin mengantarkan siswanya mencapai puncak kesuksesan maka saya akan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran kimia. 

B. Tujuan 

Tujuan dari pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran kimia adalah:

  1. Kebutuhan belajar siswa terpenuhi sehingga siswa bisa belajar dengan nyaman dan menumbuhkan potensi yang dimiliki.
  2. Guru dapat menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak pada siswa.

C. Langkah-langkah Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi

Adapun langkah yang saya lakukandalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi adalah:

  1. Mencermati kompetensi dasar dari materi yang akan diajarkan di dalam kelas 
  2. Memikirkan pemetaan kebutuhan apa yang akan dilakukan dan disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari 
  3. Menyiapkan instrumen pemetaan kebutuhan siswa 
  4. Melakukan pemetaan kebutuhan 
  5. Menganalisis kebutuhan siswa 
  6. Menyiapkan RPP berdiferensiasi sesuai dengan hasil dari pemetaan kebutuhan 
  7. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran berdiferensiasi 
D. Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi. 

Pembelajaran berdiferensiasi saya terapkan mulai semester 1 tahun pelajaran 2021/2022 di seluruh kelas yang saya ajar. Di sekolah saya mendapat bagian mengajar di kelas XII MIPA 3, XII MIPA 4, XII MIPA 5, XII MIPA 6, XII MIPA 7, dan XI MIPA 7. 
Untuk kelas XII MIPA materi yang akan kami pelajari adalah Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks) sedangkan untuk kelas XI MIPA materinya adalah Hidrokarbon. Ciri khas materi kimia adalah adanya teori atau konsep dasar yang dipadukan dengan perhitungan. Oleh karena itu saya melakukan 3 jenis pemetaan kebutuhan yang meliputi minat siswa, gaya belajar kimia, dan kesiapan belajar berupa kemampuan matematika dasar. 
Untuk memetakan minat dan gaya belajar siswa saya memberikan angket dalam bentuk google form melalui tautan https://forms.gle/hKEwjKMsah5rT2J67 dan pemetaan kemampuan matematika dasar siswa menggunakan aplikasi kahoot. 
Gambar 1. Googleform yang digunakan untuk pemetaan minat dan gaya belajar

Gambar 2. Survei kemampuan matematika dsar dengan Kahoot

Setelah mendaptkan gambaran tentang kebutuhan siswa barulah saya menyusun RPP dan menentukan diferensiasi apa yang perlu saya lakukan dalam kelas. 
Gambar 3. Hasil pemetaan minat dan gaya belajar

Ternyata sebagain besar siswa saya menyenangi olahraga dan seni dan sebagain besar siswa menyatakan lebih mudah memahami pelajaran kimia jika membaca materi dipadukan mendengar penjelasan langsung atau dari video dan apa yang dipelajari langsung dicoba. 

Gambar 4. Hasil survei kemampuan matematika dasar di salah satu kelas 

Kemudian dengan mencermati hasil pengujian terhadap kemampuan matematika dasar dapat dilihat siswa yang sudah mampu dan kurang mampu dalam matematika dasar. 
Selanjutnya sampailah pada tahap penyusunan RPP dan penentuan diferensiasi yang akan diterapkan. 
Terkait dengan hasil survei profil belajar maka saya memustuskan untuk melakukan diferensiasi proses dengan cara memberikan berbagai pilihan sumber belajar seperti modul, link video, dan juga LKPD terstruktur. Dengan pilihan-pilihan tersebut siswa dapat membaca, mendengarkan , atau mencoba langsung materi yang sedang dipelajari. Kemudian untuk mengakomodasi minat siswa terhadap seni dan olahraga,saya berupaya untuk mengajak siswa aktif dengan memperbanyak diskusi dan mencari sehingga tubuh siswa akan banyak bergerak. Kemudian terkait hasil pengujian matematika dasar maka saat ada topik yang melibatkan perhitungan saya akan melakukan scaffolding dengan memberikan bantuan kepada yang kurang mampu dalam matematika sampai akhirnya menunjukkan perubahan dan bantuan dapat dikurangi sedikit demi sedikit. 

Berikut ini adalah link RPP yang saya gunakan untuk kelas XII dalam topik penyetaraan reaksi redoks dengan metode perubahan biloks. Pada topik ini terdapat konsep dan juga penerapan matematika dasar dalam perhitungan bilangan oksidasi (biloks). 


Gambar 5. Diferensiasi proses dalam pembelajaran kimia 


Gambar 6. Diferensiasi produk dalam pembelajaran kimia 










Sabtu, 24 Juli 2021

MENUMBUHKAN BUDAYA POSITIF BERSAMA "KOMUNITAS BISMA BERBAGI"

 JANGAN SENDIRI! YUK BERGERAK BERSAMA!

1. Latar Belakang

    Budaya positif adalah kebiasaan-kebiasaan positif yang berlangsung di sekolah secara konsisten dan berkesinbambungan. Budaya positif sangat penting bagi sekolah karena dapat menciptakan budaya ajar yang baik. Saling menghormati antar warga sekolah, suasana kelas yang nyaman, siswa yang aktif, dan dipenuhi dengan aura positif.  Lebih jauh lagi tumbuhnya budaya positif akan dapat mengantarkan sekolah menuju Visi Sekolah. Segala hal positif baik itu kolaborasi antar guru, senyum sapa salam sopan santun antar warga sekolah, kecintaan terhadap lingkungan dan disiplin warga sekolah adalah bagian dari budaya positif di sekolah. Seyogyanya budaya positif  dapat ditumbuhkan dengan saling menularkan praktik baik antar warga sekolah. Dapat dimulai dari para guru yang bertukar informasi tentang mendesai pembelajarn yang menyenangkan, memberikan keteladan kepada siswa, dan bagaiman menumbuhkan budaya positif dari ruang lingkup paling kecil yaitu kelas. Dengan latar belakang tersebutlah saya menginisiasi suatu komunitas praktisi di lingkungan sekolah yang saya beri nama "Komunitas BISMA Berbagi". 

2. Deskripsi Aksi Nyata 

    Aksi nyata yang saya lakukan adalah membentuk komunitas praktisi dimana rekan-rekan yang saya ajak adalah rekan dalam satu rumpun (kimia), rekan guru seumuran dan rekan guru yang sering saya ajak diskusi dan berbagi cerita dalam mengajar. Tujuan pembentukan komunitas ini adalah untuk saling berbagi cerita dalam mendesain pembelajaran yang bermakna serta bersama-sam menumbuhkan budaya positif di sekolah. Saya mulai membentuk grup di aplikasi Whatsapp pada tanggal 5 Juli 2021 dan saya mulai mengajak rekan-rekan guru untuk bergabung ke dalam grup tersebut. Setelah mereka setuju akhirnya saya mendapat anggota sebanyak 13 orang.  Rekan guru yang tergabung adalah guru kimia (5 orang), guru fisika (1 orang), guru biologi (1 orang), guru bahasa inggris (3 orang) guru ekonomi (1 orang), guru sejarah (1 orang) dan guru bahasa bali (1 orang). Saya meminta ijin untuk membagikan materi yang saya dapat dari PPGP dan rekan lain pun dapat berbagi materi dari diklat-diklat yang diikuti.
    Hal pertama yang saya bagikan adalah filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Saya membagikan materi yang saya buat dengn aplikasi Canva. Lewat materi ini saya ingin para guru mengetahui luhurnya filosofi pendidikan yang mengakar daru budaya Indonesia. Selain itu saya juga ingin rekan guru merasakan perasaan haru, tertegun dan tersadar tentang peran utama yang harus dimainkan oleh guru yaitu sebagai seorang penuntu, pamong, petani kehidupan dan sosok yang harus menghamba pada anak. Setelah saya membagikan filosofi KHD saya meminta rekan guru membuat komentar yang dirasakan tentang filosofi KHD melalui aplikasi padlet. Banyak kekaguman yang muncul dari rekan guru terhdapa filosofi KHD. 
    Selanjutnya materi kedua yang saya bagikan adalah pembuatan kesepakatan kelas untuk memaksimalkan tumbuhnya budaya positif di lingkungan sekolah. Saya membagikan artikel yang pernah saya buat terkait kesepakatan kelas. Saya juga membagikan artikel dai CGP yang lain. Setelah itu saya membagikan kesepakatan kelas yang saya buat bersama murid saya. Akhirnya rekan guru yang lain pun ikut membuat kesepakatan kelas dan siap menerapkannya mulai tahun pelajaran ini.
  Dalam Komunitas BISMA Berbagi setiap anggota diharapkan berbagi ilmu yang juga merupakan perwujudan budaya positif.  Ada salah satu rekan yang sedang mengikuti workshop tentang Quizizz dan setelah mendapat materi, ia pun membagikannya di grup komunitas. Kami pun diajak untuk mencoba menjawab soal yang dibuatnya dengan Quizizz. Akhirnya rekan yang lain pun tertarik dan serius mempeljari tutorial yang sudah dibagikan.
    Berlanjut di minggu terakhir Juli saya berbagi tentang pembelajaran berdiferensiasi. Harapannya makin banyak rekan guru yang berupaya merancang dan melaksanakan pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan siswa. Setelah membaca materi yang pembelajaran berdiferensiasi rekan guru merasa tertantang untuk menciptakan kelas yang dinamis dan memenuhi kebutuhan setiap siswa.
    Bukan hanya materi yang dapat dibagikan dalam komunitas kami. Informasi terkait pengembangan diri pun kami bagikan. Misalkan kami saling berbagi informasi terkait diklat-diklat yang bisa diikuti secara daring. Dari sana kami bisa memilah dan memilih diklat apa yang kami perlukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran di dalam kelas.  

3. Hasil Aksi Nyata 

    Dari serangkaian kegiatan berbagi yang kami lakukan kami memperolah beberapa hasil diantaranya:
  • kesadaran kami terhadap peran utama guru berdasarkan filosofi pendidikan KHD
  • kami membuat kesepakatan kelas dengan kelas yang kami ajar
  • penggunaan padlet untuk refleksi pembelajaran 
  • penggunaan canva dalam pembuatan presentasi mengajar dan membuat kesepakatan kelas. 
  • rekan guru mengikuti diklat yang informasinya dibagikan di grup komunitas. 
  • penggunaan quizziz dalam proses belajar dan penilain. 
  • makin banyak rekan guru yang mengetahui tentang pembeajaran berdiferensiasi sehingga makin banyak rekan yang diajak untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam pembelajaran. 

4. Rencana Perbaikan

    Dalam komunitas yang kami bertekad dapat belajar kapan saja dan di mana saja disesuaikan dengan kondisi yang kami miliki. Kami sepakat akan mempelajari hal-hal yang dibagikan oleh siapapun saat kami dalam kondisi tenang sehingga kami menikmati apa yang kami pelajari. Perbaikan untuk kedepannya adalah meningkatkan konsistensi dalam berbagi. Misalkan setiap minggu agar ada yang berbagi.  

5. Dokumentasi Kegiatan 








Selasa, 15 Juni 2021

PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL SISWA (HOME BASED CHEMISTRY PRATICUM)


Praktikum adalah kegiatan belajar dalam bentuk pengamatan, percobaan atau pengujian suatu konsep atau prinsip materi yang dilakukan di dalam atau di luar laboratorium. Praktikum merupakan suatu kegiatan yang penting untuk dilakukan, terlebih lagi dalam proses pembelajaran yang membutuhkan pembuktian seperti mata pelajaran kimia. Melalui praktikum, siswa juga dapat mengasah kemandirian, berpikir kritis, dan kolaboratif. Berdasarkan pengalaman, praktikum juga sering menjadi stimulus bagi siswa dengan kemampuan rata-rata untuk mengembangkan kompetensinya. Sering saya jumpai siswa dengan kemampuan rata-rata (dilihat dari nilai ulangan harian) dalam teori kimia justru menunjukkan perfoma yang baik dalam merangkai alat praktikum, dalam melakukan proses praktikum ataupun saat melaporkan praktikumnya (misal lewat video). Seringkali siswa yang luput dari perhatian kita saat pembelajaran teori di dalam kelas akan menunjukkan auranya saat melakukan praktikum. 

Praktikum kimia tidak boleh hanya terpaku pada alat dan bahan yang ada di laboratorium kimia sekolah. Lingkungan di sekitar kita juga dapat dijadikan sebagai laboratorium. Apalagi untuk masa PJJ di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, disaat siswa tidak bisa hadir ke sekolah maka lingkungan di sekitar tempat tinggalnya dapat dijadikan laboratorium. Alat dan bahan praktikum dapat ditemukan di rumah, di lingkungan sekitar rumah, di warung atau toko dekat rumah siswa. Kondisi PJJ tidak akan menjadi halangan bagi siswa untuk terus belajar dan berkreativitas.

Banyak topik kimia yang dapat dipraktikkan melalui kegiatan praktikum berbasis lingkungan tempat tinggal siswa (home based practicum).

  1. Membuat model bentuk molekul. Bahan yang digunakan adalah plastisin warna-warni dan tusuk gigi atau tusuk sate. 
  2. Menguji larutan elektrolit dan nonelektrolit. Bahan yang diperlukan adalah larutan gula, larutan garam, air keran, air sumur, air sungai, minuman bersoda, dan larutan lain yang dijumpai di lingkungan rumah. Alat yang diperlukan adalah gelas plastik atau gelas kaca, kabel, batre dan bola lampu kecil. 
  3. Menentukan reaksi eksoterm dan endoterm. Bahan yang diperlukan adalah air, karbid, soda kue dan cuka. Alat yang diperlukan adalah gelas dan pengaduk. 
  4. Menentukan pengaruh faktor-faktor penentu laju reaksi. Bahan yang diperlukan adalah air dan tablet CDR, cangkang telur dan cuka, air (dingin, normal, hangat) dan tablet CDR dan balon. Alat yang diperlukan adalah gelas dan pengaduk. 
  5. Memperkirakan pH dari larutan dalam kehidupan sehari-hari. Bahan yang diperlukan adalah berbagai larutan yang ditemui di rumah dan ekstrak kol ungu. Alat yang diperlukan adalah gelas. 
  6. pH buffer . Bahan yang diperlukan adalah minuman bersoda yang tak berwarna, cuka, air, larutan kapur sirih dan ekstrak kol ungu. Alat yang diperlukan adalah gelas dan sendok.
  7. Kelarutan. Bahan yang diperlukan adalah garam dan air. Alat yang diperlukan adalah gelas dan sendok. 
  8. Membuat koloid dan menunjukkan sifat-sifatnya. Bahan yang diperlukan adalah air, serbuka agar-agar, susu, santan atau bahan koloid yang lain, cuka. Alat yang diperlukan adalah panci, pengaaduk, cetakan, gelas baskom, senter dan alat lain yang diperlukan. 
  9. Penurunan tekanan uap. Bahan yang diperlukan adalah air dan garam. Alat yang diperlukan adalah gelas, penutu gelas/ plastik, dan karet. 
  10. Penurunan titik beku. Bahan yang diperlukan adalah bahan untuk membuat es putar, es batu, garam dapur. Alat yang diperlukan plastik, kaleng, gelas dan baskom. 
  11. Kenaikan titik didih. Bahan yang diperlukan adalah air, garam atau gula. Alat yang diperlukan adalah kompor, panci dan stopwatch. 
  12. Tekanan osmotik. Bahan yang diperlukan adalah timun atau wortel, garam dan air. Alat yang diperlukan adalah gelas. 
  13. Uji amilum. Bahan yang diperlukan adalah berbagai bahan makanan yang ingin diuji seperti nasi, singkokng rebus, ubi rebus, jagung rebu, atau bahan makanan yang lain sesuai keinginan, larutan iodin. Alat yang diperlukan adalah piring atau mangkok dan sendok. 
Melalui kegiatan praktikum berbasis lingkungan tempat tinggal siswa diharapakan tercapai tujuan-tujuan berikut:
  1. Siswa dapat membuktikan secara langsung teori yang sudah dipelajari.
  2. Siswa mengetahui bahwa banyak peristiwa atau fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan teori kimia. 
  3. Menumbuhkan berpikir kritis saat siswa merangkai praktikum, mengolah hasil, menghubungkan dengan teori yang telah dipelajari dan membuat kesimpulan dari praktikum yang dilakukan. 
  4. Menumbuhkan kemandirian dalam bentuk mencari prosedur praktikum sendiri, menyiapkan alat dan bahan, melaksanakan praktikum sendiri (kondisi PJJ), dan melaporkan sendiri. 
  5. Menumbuhkan kreativitas siswa dalam bentuk mengartikan dan mengadopsi serta memodifikasi (jika perlu) prosedur praktikum, kemudian dalam melaporkan praktikum (misal dalam bentuk video) akan terasah kreativitas mengedit video. 
  6. Meningkatkan kolaborasi antar siswa. Dalam kondisi PJJ kolaborasi siswa dapat terjadi secara daring, dimana siswa berbagi informasi dalam menyusun praktikum atau melaporkan praktikum. 
Berikut ini adalah beberapa dokumentasi siswa SMA Negeri 2 Tabanan yang saya ajar saat melakukan praktikum berbasis tempat tinggal di rumah pada tahun pelajaran 2020/ 2021. 
1. Video praktikum memperkirakan pH larutan dengan indikator kol ungu (topik kimia kelas XI semester 2)
2. Video praktikum uji larutan elektrolit dan nonelektrolit. Topik kimia kelas X smester 2. 
3. Video praktikum penurunan titik beku. Topik kimia kelas XII semester 1. 

Kegiatan ini akan terus berlanjut untuk tahun pelajaran berikutnya baik itu pada kondisi PJJ atau tatap muka. Jika dalam PJJ maka sepenuhnya alat, bahan dan praktikum dilakukan di rumah siswa masing-masing. Sedangkan jika tatap muka maka bahan yang diperoleh dari lingkungan tempat tinggal siswa akan dibawa ke laboratorium sekolah. 



---Our "Chemistry" Class---

PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

Dalam UU No 20 tahun 2003 dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa ...